![]() |
| inmarketing.id |
Table of Content:
1. Apa yang dimaksud Customer Pain Point?
3. Tips Menyelesaikan Customer Pain Point
Sebagai seorang marketer, sales, bahkan owner, mengetahui customer pain point agar konsumen atau pelanggan tidak lari atau beralih ke kompetitor adalah kewajiban.
Tidak hanya berpengaruh terhadap penjualan, disadari atau tidak, meminimalisir customer pain point adalah salah satu cara meningkatkan kredibilitas perusahaan dan membuat hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen.
Sebesar apapun bisnis Kamu, sebagus apapun produk/ jasa yang kamu miliki, konsumen bisa saja mengurungkan niat untuk bertransaksi ketika mereka kesulitan mendapatkan produk/ jasa yang Kamu miliki.
Menurut commbox, ada 3 yang menjadi fokus dalam customer pain
1. Temukan pain point dari konsumen
2. Dapatkan trust dari konsumen
3. Selesaikan dan beri solusi dari setiap pain point
Apa yang dimaksud Customer Pain Point?
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai apa saja tipe customer pain point yang wajib diketahui, baiknya kita cari tahu apa itu customer pain point.
Simpelnya, customer pain point adalah suatu masalah dan atau kesulitan yang dihadapi atau dialami konsumen dalam bertransaksi.
Pahami pain point agar bisa meminimalisir kesulitan dengan memberi solusi kepada konsumen untuk bertransaksi dengan perusahaan.
4 tipe customer pain point
Setelah mengetahui apa itu customer pain point, berikutnya Kamu harus bisa memecahkan masalah atau kesulitan yang dihadapi pelangganmu. Berikut 4 tipe customer pain point:
1. Financial pain
Financial pain mengindikasikan masalah yang terjadi ketika konsumen berada di tahap consideration dan akan melakukan pembelian.
Namun, konsumen mempertimbangkan pengeluaran yang harus dia bayarkan untuk mendapatkan barang/ jasa. Tak jarang konsumen menanggap tidak worth.
Contoh financial pain:
1. Harga subscription yang mahal
2. Adanya biaya tambahan ketika melakukan checkout
3. Kemungkinan kualitas barang yang rendah sehingga mengharuskan konsumen membeli kembali sebagai penggantinya.
2. Productivity pain
Productivity pain points are problems with efficiency. Di dunia yang sibuk dan serba cepat, konsumen pasti menghindari hal-hal yang rumit karena waktu sangatlah penting.
Pernah mendengar kalimat "menunggu itu menyebalkan"?. Yes!. Itulah yang dirasakan konsumen ketika sebuah proses memerlukan waktu yang lama sehingga konsumen diharuskan menunggu.
Drive thru fast food, mesti bukan makanan yang sehat, tetapi konsumen cukup datang, kemudian pesan, lalu konsumen mendapatkan makanan hanya dalam hitungan menit.
So, intinya, konsumen ingin lebih efisien dalam bertransaksi.
3. Process pain
Hampir sama seperti Productivity pain, Process pain lebih kepada proses yang terlalu complex, tricky, atau rumit.
Kondisi seperti ini biasanya didapatkan konsumen ketika mereka kesulitan mendapatkan informasi atau kesulitan melakukan pembelian di website dikarenakan rumitnya proses.
4. Support pain
Customer support, customer service, front officce adalah salah satu elemen penting dalam berjalannya sebuah bisnis.
Konsumen memiliki pertanyaan terkait produk atau jasa dan konsumen ingin mendapatkan bantuan yang tepat dan cepat.
Dengan terhambatnya konsumen mendapatkan informasi atau kurang tepatnya informasi yang diberikan customer support, customer service, atau front office, kemungkinan besar konsumen akan beralih ke kompetitor.
Support pain meliputi:
1. Slow respon.
2. Tidak ramah.
3. Kurangnya pengetahuan produk yang dimiliki customer support, customer service, atau front office.
Tips Menyelesaikan Customer Pain Point
Setelah mengetahui apa itu customer pain point, tahu betapa pentingnya customer pain point dan memahami tipe customer pain point, selanjutnya kita harus mencari solusi untuk menyelesaikan masalah atau kesulitan konsumen.
1. Lakukan riset mandiri
Peribahasa berbunyi 'Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak' artinya adalah kesalahan diri sendiri tidak terlihat meskipun besar, namun kesalahan orang lain terlihat jelas meskipun.
Menganalisa kompetitor sudah menjadi part of marketing. Memperhatikan apa yang dikerjakan oleh brand lain dan mencari apa kekurangannya untuk kemudian menjadikan hal tersebut kelebihan brand kita.
Tapi apakah sudah mencari tahu apa kekurangan kita dan memperbaikinya?
Itulah pentingnya melakukan riset atau simpelnya tes sistem atau alur bisnis yang kita jalankan. Apakah sudah memudahkan konsumen?
Perlu diinget, "Jadikan dirimu sebagai konsumen yang sama sekali tidak mengerti bagaimana cara mendapatkan produk/ jasa yang Kamu tawarkan.
2. Mystery shopping
Mystery shopping adalah teknik meriset sebuah bisnis dengan cara mengirimkan orang untuk membeli produk atau jasa.
Bukan untuk meriset kompetitor, melainkan meriset perusahaan kita sendiri baik itu in-person ataupun internet Mystery shopping.
Kamu bisa memilih random ataupun orang yang Kamu kenal. Beri brief simpel:
1. Jadilah konsumen yang tidak mengerti apa-apa
2. Ingat-ingat dan catat apa saja yang memberika kesulitan
3. Pelatihan karyawan
Percayalah, dengan adanya pelatihan, kualitas karyawan atau SDM akan meningkat dan membantu pertumbuhan perusahaan.
Pelatihan yang diberikan bisa berupa soft skill ataupun hard skill.
4. persimple proses
Setelah melakukan riset mandiri dan menjalankan mystery shopping, kamu akan mendapatkan output yang bagus untuk memperbaiki proses atau alur bisnis perusahaanmu.
Potong proses yang tidak diperlukan untuk mempermudah transaksi.
Sudah membaca dan memahami apa yang dimaksud Customer paint point, tipe-tipe customer pain point dan cara menyelesaikan customer paint point?
Saatnya Kamu action sekarang untuk membuat perusahaanmu berkembang!

Posting Komentar