pexels/ Acharaporn Kamornboonyarush

Table of Content:

1. Menunda sama dengan Pemalas?

2. Apa itu Procrastinating?

3. Trik Menunda Pekerjaan


Menunda sama dengan Malas?

 Apakah Kamu suka menunda pekerjaan atau menunda sesuatu? Apakah Kamu menerapkan slogan "Kalo bisa nanti, kenapa harus sekarang?". Fix Kamu Pemalas! (Just kidding)

 Mendengar kata Tunda, Menunda, Nunda, selalu menjadi stigma negatif. Orang yang menunda sesuatu lekat dengan label pemalas. Padahal menunda tidak selalu buruk.

 Menunda sesuatu tetapi kemudian tidak melakukan apa-apa, betul, itu adalah pemalas. Lalu bagaimana dengan menunda pekerjaan untuk mengerjakan hal lain? Itu Procrastinating!


Apa itu Procrastinating?

 Kata ini saya dapatkan ketika menonton sebuah video dari TED Talks mengenai "menunda".

 Label Procrastinating lebih pantas disematkan kepada orang yang menunda pekerjaan UNTUK mengerjaan hal lain dari pada melabeli mereka dengan pemalas karena penundaan yang dilakukan "beralasan".

 Mengutip mindtools.com, "Procrastination is an active process, Kamu memilih untuk melakukan sesuatu yang lain daripada tugas yang Kamu tahu seharusnya dikerjakan. Sebaliknya, Pemalasa menunjukkan sikap apatis, tidak aktif, dan keengganan untuk bertindak."

 So, jika Kamu menunda pekerjaan UNTUK mengerjakan hal lain, Kamu bukanlah pemalas.


Trik Menunda Pekerjaan

 Mau tidak mau, suka tidak suka, akan ada di satu kondisi dimana Kamu harus menunda pekerjaan untuk mengerjakan hal lainnya.

 Kamu tidak perlu khawatir, penulis akan memberikan trik dan pertanyaan yang harus BISA Kamu jawab agar tidak salah dalam menunda pekerjaan. Simak baik-baik!

1. Apa yang Kamu tunda?

 Sebelum menunda pekerjaan, Kamu wajib mengetahui skala prioritas dari pekerjaan tersebut karena tanpa prioritas, kita cenderung mengerjakan sesuatu yang lebih kita sukai.

  Jadi ppakah urgent atau tidak? Apakah urgent tetapi tidak penting? 


 Dengan mengetahui skala prioritas tersebut, Kamu bisa memutuskan apakah pekerjaan tersebut bisa kamu tunda.

  Sebagai contoh kamu sedang mengerjakan daily routine namun tiba-tiba Kamu diminta untuk mengerjakan report untuk kebutuhan pitching.

 Kamu harus mengetahui detail informasi tentang report tersebut. Bagaimana skala prioritasnya? Apakah harus diselesaikan secepatnya atau ada deadline lain.


2. Apa alasan Kamu menunda?

 Saat Kamu memutuskan untuk menunda pekerjaan, Kamu pasti memiliki alasan untuk menundanya.

 Apakah Kamu harus mengerjakan hal yang lebih penting? Lebih urgent? Seperti poin 1 di atas.

 Atau Kamu menunda pekerjaan untuk sesuatu hal sepele? Hanya Kamu yang tahu dan Kamu yang memutuskan.


3. Dampak apa yang akan Kamu dapatkan?

 Hukum sebab-akibat. Dengan ditundanya pekerjaan maka ada akibat yang akan kamu dapatkan.

 Karena dengan menunda, Kamu tetap memiliki beban berat yang juga sedang menunggu untuk segera kamu selesaikan.

 Maka dari itu, Kamu harus bisa mengatur manajemen resiko bagaimana ketika ada penundaan. Apakah dengan adanya penundaan akan berakibat fatal? Atau semua baik-baik saja ketika ada penundaan?


4. Bagaimana Kamu mengatur waktu?

 Dengan berbagai pertimbangan dan Kamu memutuskan untuk menunda pekerjaan, lalu, bagaimana Kamu disipilin mengatur waktu agar pekerjaan yang Kamu tunda tetap bisa diselesaikan? Manajemen waktu sangat diperlukan dalam hal ini.

 Sebagai contoh, kamu sedang mengerjakan daily routine namun tiba-tiba Kamu diminta untuk mengerjakan report untuk kebutuhan pitching dan report ini sangat diperlukan secepatnya dan Kamu memutuskan untuk mengerjakannya terlebih dahulu dan menunda daily routine.

 Kamu harus bisa mengatur waktu bagaimana agar daily routine tetap bisa selesai setelah Kamu menyelesaikan pekerjaan report untuk pitching.


 Again, menunda tidak selalu bermakna buruk selama Kamu tahu apa yang membuat Kamu menunda dan Kamu tahu bagaimana penundaan itu tidak berakibat fatal.

Post a Comment